Proyekyang sangat sederhana dibangun menggunakan IC555 sebagai otaknya. Prinsip utama rangkaian ini memanfaatkan resistansi air yang sangat rendah sebagai trigger, saat air hujan membasahi sensor akan ada nilai tertentu sehingga alarm hujan berbunyi. Mari kita mencoba untuk memahami bagaimana Continue reading Cara Membuat Sensor Air Hujan Sederhanaâ
. Selain dari sekolah atau kuliah, saya sempat menjadi PMI di Korea Selatan, tepatnya di bidang otomotifBandarlampung ANTARA - Pengembangan dan inovasi teknologi tepat guna terus digaungkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk kesejahteraan melalui pemberdayaan masyarakat desa. Selama sepekan Gelaran Teknologi Tepat Guna Nusantara GTTGN Ke-24 berlangsung di Kota Bandarlampung. Provinsi Lampung kali ini ditunjuk menjadi tuan rumah kegiatan pengembangan serta pameran inovasi teknologi yang dibuat dari desa dan bermanfaat untuk desa. Dalam gelaran tersebut, selain didaulat sebagai tuan rumah, Provinsi Lampung berhasil meraih prestasi karena salah satu perwakilannya berhasil meraih juara pertama inovasi pengembangan teknologi tepat guna yang terwujud dalam bentuk mesin bajak roda satu. Inovasi pengembangan teknologi pertanian berupa mesin bajak roda satu itu merupakan pemikiran dan inovasi warga Desa Simpang Agung, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah. Aryanto merupakan sosok penggemar bidang teknik mesin dan memiliki motivasi besar untuk mengembalikan semua sarjana ke desa guna membangun desanya. Pria ini menjadi pemikir utama terciptanya alat mesin pertanian berupa mesin bajak roda satu di Lampung. Pria yang sejak tingkat sekolah menengah kejuruan SMK hingga strata dua S-2 memilih konsentrasi keilmuan di jurusan teknik mesin itu termotivasi menciptakan mesin bajak roda satu, setelah kerinduannya membantu petani di desanya yang kesulitan dalam mengelola lahan pertanian karena belum memanfaatkan mekanisasi pertanian. Awal tergerak setelah ia melihat petani punya permasalahan di pertanian jagung karena proses pembajakan hingga pascatanam harus menggunakan sapi atau cangkul yang cukup melelahkan. Maka dibuat inovasi mesin bajak roda satu. Dari sini kemudian dikembangkan lagi dan ternyata bisa digunakan untuk beberapa fungsi lainnya untuk memudahkan kerja petani. Aryanto warga Kabupaten Lampung Tengah yang menjadi juara dalam gelaran teknologi tepat guna ke-24 tengah memaparkan hasil inovasinya. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi. Menurut pria berbadan tegap dan berkulit sawo matang itu, mesin bajak roda satu itu dirakit satu persatu dari lempengan besi lalu dipasangkan penggerak berupa pinwheel dan rasio pulley yang lebih mudah diperbaiki bila ditemukan kerusakan saat penggunaan oleh konsumen dibandingkan menggunakan gear box layaknya mesin pertanian pada umumnya. Pengetahuan dan keahlian desain hingga pengerjaan karya inovasi teknologi tepat guna di bidang mekanisasi pertanian itu tidak hanya didapatkan dari lingkungan pendidikan. Ia juga dapatkan dari pengalaman kerja sebagai pekerja migran Indonesia PMI di bidang otomotif di Negeri Ginseng beberapa tahun silam. "Selain dari sekolah atau kuliah, saya sempat menjadi PMI di Korea Selatan, tepatnya di bidang otomotif," ucapnya dengan antusias. Jadi, dari kerja di luar negeri itu ia serap ilmunya lalu diterapkan di kampung halaman. Selain itu dari kerja merantau ke negeri orang itu juga bisa mengumpulkan modal untuk membuat berbagai mesin ini. Namun dalam pengembangan inovasi teknologi tepat guna tersebut tidaklah selalu melalui jalan yang mulus, terlebih lagi hingga merengkuh prestasi yang membanggakan daerah tercinta sebagai pemenang pertama nasional Gelar Teknologi Tepat Guna. Di balik sukses itu, Aryanto sempat berkali-kali mengalami kegagalan hingga kerugian secara finansial. Kisah itu dimulai 10 tahun lalu, tepatnya pada 2013. Pada tahun pertama proyek inovasi mesin pertanian mulai dikerjakan, banyak kendala dalam desain mesin. Lebih dari lima kali uji coba selama bertahun-tahun, mesin itu selalu mengalami kegagalan fatal. Untuk bisa mencapai tingkatan sempurna agar mudah digunakan, pria yang menjadikan inovasinya ini sebagai bahan penelitiannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi hingga jenjang strata dua ini, mengalami lima kali kegagalan uji coba hingga memakan waktu 6 tahun lamanya. Dalam pengembangan inovasi itu, Aryanto harus merogoh dana pribadi dengan mengajukan pinjaman ke bank serta menguras tabungan hasil kerja keras sebagai PMI di luar negeri. Sejak desain pertama kali dibuat hingga mencapai hasil akhir, untuk membuat satu mesin bajak roda satu menguras dana sekitar Rp12 juta per unit. Meski telah mencapai keberhasilan dalam pengembangan teknologi tepat guna, ia tak lupa membagikan ilmunya kepada masyarakat sehingga mampu mengurangi pengangguran di desanya. Mesin bajak roda satu itu bisa digunakan multifungsi, dapat mengolah pada masa pratanam dan pascatanam. Pembuatan dan ide ini sudah ditularkan ke warga sekitar, bahkan saat ini empat orang telah bekerja dengannya di CV Arufal Teknik Lampung. Kalau usahanya makin besar maka bisa menampung lebih banyak lagi warga desa. Inovasinya itu pun mampu dikomersialkan dengan memanfaatkan digitalisasi pemasaran di berbagai lokapasar atau marketplace. Penjualan di sekitar Kabupaten Lampung Tengah tercatat mencapai 20 unit, sedangkan untuk provinsi lain telah mencapai lebih dari 100 unit. Rata-raya penjualan per bulan sebanyak empat unit, sedangkan laba per unit Rp1,5 juta. Model mesin bajak roda satu tersebut akan dikembangkan lagi menjadi lebih baik. Pengembangan teknologi tepat guna tersebut tidak hanya satu jenis tapi ada 12 macam produk yang bertujuan untuk mendukung UMKM dalam mengelola usahanya. Dua belas jenis produk teknologi tepat guna itu meliputi alat pembuatan pupuk organik dan nonorganik, alat pengolah ubi kayu menjadi mocaf, alat pengolah sampah, dan berbagai jenis lainnya. Beragam mesin atau alat yang belum dijual di toko itu masih akan dikembangkan dan dibuat inovasinya untuk memudahkan masyarakat, yang tadinya belum bisa menggunakan mesin dapat lebih memanfaatkan mekanisasi dalam setiap pengelolaan usaha, termasuk produk unggulan di Lampung. Rasa bangga dan ungkapan bahagia atas raihan prestasi serta pengembangan teknologi tepat guna yang memberi maslahat masyarakat juga disampaikan oleh Kepala Kampung Simpang Agung, Pramono. Bagi Pramono, dengan diraihnya prestasi tingkat nasional oleh warganya, diharapkan Kampung Simpang Agung dapat makin maju serta mengangkat kesejahteraan masyarakat karena ada getok tular dalam pengembangan ilmu dan inovasi kepada warga sekitar. Tak hanya itu, dengan berprestasinya warganya itu pihak desa juga telah menjadikan Aryanto sebagai salah satu mentor pemberdayaan talenta generasi muda yang ada di Karang Taruna desa, guna mengurangi pengangguran serta meningkatkan kemampuan pemuda desa setempat. "Karang Taruna akan diberdayakan, ini bisa mengurangi pengangguran dan banyak yang sudah bekerja di Bapak Aryanto. Jadi, kemajuan desa juga didukung dari warganya yang mau berkembang dan berinovasi. Kami sangat bangga," tambahnya. Dengan adanya motivasi dari warga desa sebagai inovator pengembangan teknologi tepat guna, Pemerintah pun menyambut dengan terbuka melalui pemberian apresiasi serta memperbolehkan penggunaan Dana Desa sebagai salah satu modal pengembangan teknologi tepat guna di desa. Inovasi Aryanto tersebut menjadi salah satu sistem pengembangan kemajuan dan masuknya teknologi di desa secara terintegrasi. Pemerintah Provinsi Lampung menyarankan desa tersebut menggandeng perguruan tinggi untuk ikut mendampingi usaha inovasi yang dibuat masyarakat desa demi kemajuan dan kesejahteraan warga desa. Aryanto telah menunjukkan bahwa ketekunan, keuletan, serta kemauan kuat belajar mampu membawa kemajuan. Bukan hanya dirinya, melainkan juga untuk desa dan juga bangsa Indonesia. Oleh karena itu pria asal Lampung Tengah itu mengajak warga desa yang telah menimba ilmu di kota dan meraih gelar sarjana, segera pulang membangun kampungnya. Editor Achmad Zaenal MEditor Achmad Zaenal M COPYRIGHT © ANTARA 2023
Teknologi modern tidak akan terlepas dari bentuk sederhana dan dari barang kecil di sekitar Anda. Teknologi tepat guna sederhana ini diciptakan manusia untuk mempermudah kerja manusia. Berikut ini 7 contoh alat teknologi tepat guna sederhana yang bisa Anda temui baru-baru ini. 1. Alat Pengiris Bawang Otomatis Teknologi tepat guna sederhana ini sangat membantu pekerjaan ibu rumah tangga maupun yang berkaitan dengan kegiatan masak-memasak dalam jumlah besar. Alat ini dijalankan dengan motor listrik dengan daya kurang dari 200 volt. Pisau pencacah di dalam mesin akan mengiris secara presisi setiap bawang yang ada dengan ketebalan yang tidak diragukan lagi. 2. Detektor Telur Busuk Bentuk detektor ini adalah seperti senter yang dilengkapi sensor cahaya dan kalibrator. Jika detektor yang diarahkan pada telur ternyata tembus dan berlampu hijau maka telur dalam keadaan baik dan bagus. Sebaliknya, jika lampu detektor tidak tembus cahayanya maka lampu merah akan menyala maka sudah bisa dipastikan bahwa telur dalam keadaan busuk atau tidak layak. 3. Kulkas Tanpa Listrik Kulkas ini memanfaatkan limbah styrofoam di lingkungan. Anda sapat memasukkan sayur dan buah pada kaleng biskuit dan dimasukkan ke dalam kulkas tanpa listrik ini. Sayur dan buah Anda akan tetap segar selama 7 hari berikutnya. Ini dikarenakan perpaduan sistem kerja dari garam dan pasir bersih yang dimasukkan dalam styrofoam. 4. Komposter Sampah Organik Banyak sampah organik rumah tangga yang bisa dimanfaatkan sebagai kompos untuk tanaman. Komposter sampah organik ini dapat dibuat dengan mudah di rumah. Caranya adalah dengan menyiapkan ember bekas, pipa paralon besar dan kecil, serta fiber yang keras untuk alas dan saringan bahan kompos. Kemudian, lubangi kecil pada ember bekas, fiber dan paralon. Lalu rangkai semua paralon tersebut pada ember. Paralon besar ditempatkan pada ember sebagai aliran hasil kompos. 5. Alat Filter Air Sabut kelapa, ijuk, arang dan spons adalah beberapa bahan yang digunakan menyaring air dalam alat filter air. Jangan khawatir air yang dihasilkan bersih dan jernih 6. Mesin Penetas Telur Mesin ini sangat bermanfaat bagi para peternak untuk mendeteksi kapan telur menetas. Bahan yang dibutuhkan adalah kardus, sekam padi, wadah air, kabel dan lampu kuning 5 watt. Tinggal rangkai semua dalam kardus dan pastikan kelembapan di dalamnya. 7. Alat Pembasmi Nyamuk Nyamuk adalah binatang pengganggu bagi manusia. Alat ini terdiri dari botol bekas, gula merah, ragi dan kresek hitam. Tinggal potong bagian atas botol dan balut dengan kresek hitam kemudian gula dan ragi digunakan untuk menarik perhatian nyamuk. Selain 7 contoh di atas, masih banyak sekali teknologi tepat guna sederhana yang dihasilkan dari hasil eksperimen anak bangsa. Views 2,294
Nintendo Labo. Foto NintendoDi zaman serba canggih, teknologi seolah menunjukkan industrinya adalah industri yang serba mahal. Meski begitu, tak sedikit pula pihak yang gencar menghasilkan produk ramah lingkungan untuk berkreasi dengan teknologi, misalnya menggunakan terbuat dari kardus, produk-produk teknologi ini ternyata memiliki kemampuan canggih. Lalu apa saja teknologi canggih yang bisa dibuat dengan kardus?Labo piano untuk Nintendo Switch. Foto NintendoNintendo Labo adalah teknologi kardus pintar yang bisa mengubah Nintendo Switch menjadi alat yang sesuai dengan bentuk kardus itu sendiri. Labo dapat menjadikan konsol Switch menjadi banyak alat permainan seperti pancingan, piano, hingga setang kardus pintar ini mirip dengan sistem Kinect buatan Microsoft, yang juga didesain untuk konsol game Xbox. Oleh karena itu, fungsi Kinect ini juga bisa digunakan untuk dimanfaatkan di industri lain seperti pada Januari 2018, Labo dijual dengan harga Rp250 ribu hingga Rp 300 ribu di VR dari kardus, Google Cardboard. Foto GoogleGoogle Cardboard merupakan headset virtual reality yang terbuat dari lipatan potongan kardus yang dirangkai sedemikian rupa agar menjadi VR ada kardus khusus untuk membuat VR kit ini, pengguna hanya perlu membuat potongan kardus sesuai dengan pola rancangan yang disediakan oleh Google. Untuk tampilan gambar, pengguna dapat menyisipkan smartphone Android dan sepasang lensa yang juga bisa dibeli disisipkan ke dalam Cardboard sehingga layarnya menghadap ke pasangan lensa, yang akan memproyeksikan tampilan layar itu ke mata pengguna untuk menikmati pemandangan 3D dari smartphone sebagai penampil gambar dan pusat pemrosesan ini membuat Cardboard tak perlu memiliki hardware khusus dan semua orang bisa memiliki VR hanya dengan kisaran harga keseluruhan diperkirakan antara 20 dolar AS dan 40 dolar AS antara Rp 280 ribu dan Rp 460 ribu.Kami-Oto, piano terbuat dari kardus. Foto KickstarterPerusahaan pencipta Kami-Oto adalah Yudo. Lewat situs galang dana Kickstarter, mereka memperkenalkan Kami-Oto, sebuah keyboard MIDI yang sepenuhnya terbuat dari kardus, terkecuali papan Kami-Oto tampak seperti Nintendo Labo Piano kit, tapi bedanya, Kami-Oto tidak membutuhkan Joy-Con untuk controller-nya. Justru perangkat ini bisa kompatibel dengan berbagai perangkat komputer atau smartphone, dengan mengandalkan sambungan pembuatannya juga hampir sama seperti Labo yang tidak membutuhkan lem dan gunting untuk perakitannya. Masing-masing tuts keyboard-nya berada di atas tombol-tombol silikon yang menempel langsung pada sederet pin di papan sirkuitnya merupakan rumah dari komponen elektronik Kami-Oto, mulai dari prosesor, amplifier, speaker sampai cip USB dan Bluetooth. Jika disambungkan ke smartphone, Kami-Oto bisa berperan sebagai synthesizer untuk berbagai aplikasi kreasi dengan teknologi komputer murah papan tunggal Raspbery Pi, Google menyediakan perangkat alternatif murah sebagai pengganti perangkat Google Home. Ya, murah karena perangkat asisten rumah ini terbuat dari akan menyediakan satu paket yang berisi papan aksesori Voice HAT yang akan terhubung dengan Raspberry Pi, papan PCB stereo mikrofon, speaker, tombol arcade besar, pilihan kabel, dan kotak kardus yang digunakan untuk menampung semua tambahan hardware Voice HAT Hardware Accessory on Top, Raspberry Pi bisa diprogram untuk mengenali perintah suara penggunanya, juga bisa menambahkan integrasi perintah suara ke proyek-proyek Pi yang Robot Kardus SmartibotSmartibot, robot yang terbuat dari kardus. Foto KickstarterDesainer robot Ross Atkin lewat Kickstarter membuka penggalangan dana untuk menciptakan sebuah robot kecil canggih yang terbuat dari kardus, bernama Smartibot. Smartibot dapat bekerja dengan menggunakan smartphone sebagai pengendalinya. Atau bisa juga menyisipkan smartphone di dalam tubuh robot untuk dijadikan sebagai seperti perangkat teknologi kardus yang lain, pengguna harus merakitnya sesuai dengan pola yang tersedia untuk bisa dihubungkan ke smartphone, Smartibot bisa menjadi berbagai jenis robot dan bisa melakukan beragam perintah sederhana, mulai dari mengikuti gerak-gerik objek sekitar, mengantarkan minuman, dan lain-lain.
Teknologi Tepat Guna Sederhana newstempo from Setiap orang pasti mengenal kardus, dari sebuah produk atau bahkan makanan yang kamu beli di supermarket. Banyak orang yang melewatkan kardus tersebut begitu saja, namun kardus ternyata bisa dimanfaatkan sebagai teknologi tepat guna yang sederhana. Sejak tahun 2023, teknologi tepat guna dari kardus semakin populer di kalangan masyarakat. Hal ini karena kardus yang dapat dimanfaatkan untuk inovasi dan kreatifitas yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Berbagai macam jenis teknologi tepat guna yang bisa dibuat dari kardus dapat dilihat dari berbagai produk yang bisa dibuat dari kardus. Salah satunya adalah mainan untuk anak-anak. Dengan menggunakan kardus, anak-anak bisa membuat mainan yang sesuai dengan keinginannya. Mereka bisa membuat sebuah mobil, pesawat, dan lain sebagainya. Mainan tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan kreatifitas anak-anak. Selain itu, banyak sekali produk yang bisa dibuat dari kardus. Seperti kerajinan tangan yang bisa dibuat dari kardus. Seperti buku, kotak, botol, tempat pensil, dan lain sebagainya. Di luar sana banyak sekali contoh inovasi yang bisa dihasilkan dari kardus. Sebuah sepeda motor yang dibuat dari kardus misalnya. Sebuah kendaraan tersebut dibuat dengan menggunakan kardus sebagai bahan utamanya. Dengan menggunakan bahan tersebut, sebuah kendaraan yang ringan dan ramah lingkungan dapat diciptakan. Masyarakat di seluruh dunia juga mulai melihat manfaat dari teknologi tepat guna yang dapat dibuat dari kardus. Hal ini dapat terlihat dari berbagai produk yang bisa dibuat dari kardus. Dari tempat pensil, laptop, hingga rumah. Sebuah rumah yang terbuat dari kardus. Rumah tersebut dapat dibuat dengan mudah dan tidak membutuhkan banyak bahan. Selain itu, rumah tersebut juga ramah lingkungan dan sangat efisien. Teknologi tepat guna yang dibuat dari kardus juga dapat membantu masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal. Dengan teknologi tepat guna ini, masyarakat yang kurang mampu bisa memiliki tempat tinggal yang murah. Selain itu, teknologi tepat guna dari kardus juga dapat membantu masyarakat dalam melestarikan alam. Karena kardus yang digunakan untuk membuat produk teknologi tepat guna tersebut adalah limbah yang dapat didaur ulang. Kreatifitas dan inovasi adalah kunci dari teknologi tepat guna dari kardus. Dengan menggunakan kreatifitas dan inovasi yang dimiliki, seseorang bisa membuat banyak produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan teknologi tepat guna yang dibuat dari kardus, masyarakat bisa membuat produk dengan biaya yang relatif murah. Dengan begitu, teknologi tepat guna dari kardus dapat menjadi salah satu solusi bagi masalah yang dihadapi masyarakat. Pada akhirnya, teknologi tepat guna dari kardus ini membawa banyak manfaat bagi masyarakat. Dengan menggunakan kardus ini, masyarakat dapat membuat produk yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Selain itu, teknologi tepat guna dari kardus juga dapat membantu masyarakat dalam melestarikan alam dan mengurangi jumlah sampah. Kesimpulan Teknologi tepat guna dari kardus merupakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan menggunakan kardus, masyarakat dapat membuat berbagai produk yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Selain itu, teknologi tepat guna dari kardus juga dapat membantu masyarakat dalam melestarikan alam dan mengurangi jumlah sampah.
SMP Islam Terpadu Permata SMP Islam Terpadu Permata atau yang dikenal dengan Sparta, semakin dikenal masyarakat melalui prestasi peserta didiknya. Baik prestasi akademik maupun nonakademik. Di masa pandemi Covid-19, siswa juga tetap kreatif dan inovatif hingga berhasil meraih prestasi teknologi tepat guna berupa produk hand sanitizer berbahan alami daun kersen dengan mesin sensor otomatis sederhana dari kardus. PRESTASI membanggakan tersebut diraih Tim Pramuka Garuda Sparta dalam lomba Pramuka Giat Prestasi Penggalang yang digelar SMAN 1 Kota Mojokerto, 29 Januari 2022. Pada ajang yang diikuti dari berbagai SMP Se-Mojokerto Raya ini, SMPIT Permata mengirim dua tim pramuka. Yakni regu Rajawali dan regu Anggrek yang masing-masing beranggotakan 10 siswa. Kepala SMPIT Permata Agustin Wahyuningtyas mengungkapkan, masa pandemi membuat kegiatan siswa terbatasi, termasuk dalam kegiatan perlombaaan. Sehingga, digelarnya ajang Pramuka Giat Prestasi Penggalang menjadi kesempatan untuk mengobati rasa rindu peserta didik Sparta untuk berkompetisi. âTerdapat serangkaian Lomba Giat Prestasi Penggalang, salah satunya ada perlombaan teknologi tepat guna TTG,â paparnya. - KREATIF Regu Rajawali Tim TTG menunjukkan hasil produksi hand sanitizer berbahan dasar daun kersen dan mesin sensor otomatis sederhana dari kardus. Pada perlombaan TTG, siswa SMPIT Permata regu Rajawali membuat hand sanitizer dari bahan alami daun kersen dengan mesin sensor otomatis sederhana dari kardus. Regu tersebut beranggotakan Akmal Fardan Islamay dari kelas 8B serta Raihan Abdurrahman Rasyid dan Zuban Muzammil dari kelas 8A. âAlhamdulilah, berkat ide yang unik ini membuat sekolah kami mendapatkan Juara 3 Lomba Giat Prestasi Penggalang Se-Mojokerto Raya cabang perlombaan TTG,â paparnya. Menurutnya, keberhasilan regu Rajawali ini tidak diperoleh secara mudah. Mengingat, produk hand sanitizer dibutuhkan waktu dan proses pembuatan yang cukup lama. Dia menjelaskan, awal mula dipilihnya daun kersen sebagai bahan campuran dalam membuat hand sanitizer karena pohon tersebut tumbuh di lahan Yayasan SIT Permata Kota Mojokerto. Selain itu, kandungan saponin, tanin, dan flavonois yang terdapat pada bagian daun kersen juga memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri. âSehingga kandungannya cocok sebagai bahan hand sanitizer,â papar Agustin. Proses pembuatan hand sanitizer dimulai dengan memetik daun kersen. Kemudian daun dibersihkan dan diproses pengeringan menggunakan oven dengan suhu tertentu. Setelah kering, daun ditumbuk hingga menjadi serbuk dan dicampur dengan air untuk mendapatkan ekstraknya. Dari ekstrak tersebut, proses berlanjut dengan penyaringan untuk memperoleh hasil yang lebih jernih. Dan, langkah akhir dicampur dengan alkohol dan bahan lainnya hingga menjadi hand sanitizer siap pakai. âSemua aktivitas membuat hand sanitizer dilakukan di Laboratorium IPA SMPIT Permata,â tandasnya. Tak hanya itu, peserta didik Sparta juga mampu membuat mesin sensor otomatis sederhana dari kardus. Dengan memanfaatkan kardus bekas yang dirangkai dengan alat sensor, alat ini menjadi media untuk menggunakan cairan hand sanitizer otomatis tanpa tombol. âCukup dengan gerakan tangan, maka cairan hand sanitiser akan keluar dan langsung menyemprot ke telapak tangan,â ulasnya. Agustin menambahkan, pembuatan produk hand sanitizer dengan bahan alami juga diterapkan seluruh siswa kelas 7 SMPIT Permata. Hanya saja, bahan baku dibuat dari daun sirih dan lemon sebagai bentuk tugas kokurikuler. âSMPIT Permata Kota Mojokerto tidak hanya memberikan pembelajaran dalam bentuk materi saja, tetapi juga praktik sesuai dengan kebutuhan yang sedang terjadi. Contohnya di masa pandemi kebutuhan hand sanitizer dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar sekolah,â pungkasnya. ram/ron
teknologi tepat guna sederhana dari kardus